Jumat, 21 Oktober 2011

KEBUTUHAN OKSIGEN


KEBUTUHAN OKSIGEN

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Oksigen dibutuhkan orang untuk mempertahankan hidupnya . perawat sering sekali menemukan klien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigennya. Dalam hal ini di butuhkan fungsi system pernafasan dan jantung yang berfungsi sebagai penyuplai kebutuhan oksigen tubuh.

Fisiologi jantung mencakup pengaliran darah yang membawa oksigen dan sirkulasi paru ke sisi kiri jantung dan jaringan serta mengalirkan darah yang tidak mengandung oksigen ke system pulmonar. Fisiologi pernafasan meliputi oksigenasi tubuh melalui mekanisme ventilasi , perfusi dan transfor gas pernafasan . pengaturan syaraf dan kimiawi mengontrol fluktuasi dalam frekwensi dan kedalaman pernafasan untuk memenuhi perubahan kebutuhan oksigen jaringan.












B. TUJUAN

Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas kelompok yang di berikan oleh dosen mata kuliah IKD IV dan untuk menambah wawasan kami tentang apa yang akan di bahas dalam makalah ini


C. PERMASALAHAN

1. Apa itu oksigen dan oksigenasi
2. Memaparkan Fisiologi pernafasan
3. Apa yang mempengaruhi oksigenasi
4. Bagaimana proses perawatan pada klien dengan masalah oksigenasi



















BAB II

PEMBAHASAN


A. PENGERTIAN OKSIGEN DAN OKSIGENASI

Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. Sedangkan Oksigenasi adalah peroses mempertahankan hidup menghirup oksigen dan mengeluarkan hasil oksidasinya dalam bentuk karbon dioksida.

B. FISIOLOGI PERNAFASAN

Sebagian besar sel dalam tubuh memperoleh energy dari reaksi kimia yang melibatkan oksigen dan pembuangan karbondioksida. Pertukaran gas pernafasan terjadi antara udara di lingkungan dan darah. Pernafasan dapat berubah karena kondisi atau penyakit yang mengubah struktur dan fungsi paru . Menurut McCance Huether ( 1994 ) terdapat tiga langkah dalam proses oksigenasi yaitu

a. Ventilasi

Ventilasi adalah proses untuk menggerakkan gas ke dalam dan keluar paru – paru . ventilasi membutuhkan kondisi otot paru dan thoraks yang elastic dan pernafasan yang utuh.







b. Perfusi

Fungsi utama sirkulasi paru adalah mengalirkan darah ke dan dari membrane kaviler alveoli sehingga dapat berlangsung pertukran gas

c. Difusi

Merupakan gerakan molekul dari suatu daerah dengan konsentrasi yang lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi rendah.
Agar pertukaran gas dapat terjadi organ , saraf , dan otot pernafasan harus uuh dan dan system saraf pusat mampu mengatur siklus pernafasan.


C. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OKSIGENASI

Keadekuatan sirkulasi , ventilasi , perfusi dan transport gas gas ke jaringan dipengaruhi oleh empat faktor yaitu
1. Fisiologis
2. Perkembangan
3. Prilaku
4. Lingkungan











1. Faktor Fisiologis

Setiap kondisi yang mempengaruhi kardiopulmonar secaralangsung akan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen. gangguan pernafasan meliputi Hyperventilasi , hivoventilasi , dan hipoksia.

Proses psiologis lain yang mempengaruhi proses oksigenasi pada klien termasuk perubahan yang mempengaruhi kapasitas darah untuk membewa oksigen seperti anemia , peningkatan kebutuhan metabolism seperti kehamilan atau demam dan infeksi , dan perubahan yang mempengaruhi gerakan dinding dada atau system saraf pusat.

2. Faktor Perkembangan

Tahap perkembangan klien dan proses penuaan mempengaruhi proses oksigenasi jaringan

a. Bayi prematur

Bayi premature beresiko terkena penyakitmembran hialin yang juga disebabkan oleh defisiasi surfaktan. Kemampuan paru untuk mensintesis surfaktan berkembang lambat pada masa kehamilan , yakni pada sekitar bulan ke tujuh oleh karena itu bayi premature tidak memiliki surfaktan.

b. Bayi dan toodler

Adanya resiko infeksi saluran pernafasan atas sebagai hasil pemaparan yang sering pada anak anak lain dan pemaparan asap dari rokok yang dihisap orang lain.



c. Anak usia sekolah dan remaja

Mengalami resiko saluran pernafasan seperti karena menghisap asap rokok dan merokok

d. Dewasa muda dan pertenggahan

diet yang tidak sehat, kurang aktivitas, stress yang mengakibatkan penyakit jantung dan paru-paru

e. Dewasa tua
Disebabkan karena adanya proses penuaan yang mengakibatkan kemungkinan arteriosklerosis, elastisitas menurun, ekspansi paru menurun.

3. Faktor Prilaku

prilaku maupun gaya hidup baik secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kebutuhan tubuh dalam memenuhi kebutuhan oksigen. Faktor factor gaya hidup yang mempengaruhi oksigenasi adalah sbb :

a) Nutrisi

misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru, gizi yang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang, diet yang terlalu tinggi lemak menimbulkan arteriosklerosis.






b) Latihan Fisik

Latihan fisik meningkatkan aktivitas metabolism tubuh dan kebutuhan oksigen prekwensi dan kedalaman pernafasan meningkat..

c) Merokok

Pada rokok terdapat zat yang bernama nikotin, nikotin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner.


d) Substance abuse (alkohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi (Fe) menurun mengakibatkan penurunan hemoglobin, alkohol menyebabkan depesi pusat pernafasan

e) Kecemasan : menyebabkan metabolisme meningkat


Faktor Lingkungan

Lingkungan juga mempengaruhi oksigenasi. Insiden penyakit paru lebih tinggi di daerah yang berkabut dan perkotaan daripada di daerah pedesaan. Selain itu Seperti Tempat kerja juga dapat mempengaruhi oksigenasi .
Tempat kerja dapat meningkatkan resiko terkena penyakit paru . polutan ditempat kerja seperti asbestos , bedak talk , debu dan serabut yang di bawa udara















D. OKSIGENASI TIDAK ADEKUAT

A. Perubahan fungsi jantung

Perubahan-perubahan fungsi jantung disebabkan oleh penyakit dan kondisi yang mempengaruhi irama jantung . ada beberapa gangguan yang menyebabkan perubahan fungsi jantung adalah sebagai berikut:

·       Gangguan Konduksi Gangguan konduksi (hantaran) seperti distritmia (takikardia/bradikardia)
2.
·       Perubahan Cardiac Output (Curah Jantung) Menurunnya cardiac output seperti pada pasien dekom menimbulkan hipoksia Jaringan.
·       3. Kerusakan fungsi katub seperti pada stenosis, obstruksi, regurgitasi darah yangmengakibatkan vetrikel bekerja lebih keras.
·       4. Myocardial iskhemial infrark mengakibatkan kekurangan pasokan darah dariarteri koroner ke miokardium.






B. Perubahan fungsi pernafasan

1. Hiperventilasi

Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah Oksigen dalam paru-paru agar pernafasan lebih cepat dan dalam.
Hiperventilasi dapat disebabkan karena :

·       Kecemasan
·       Infeksi / sepsis
·       Keracunan obat-obatan
·       Kertidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolic
Tanda-tanda dan gejala hiperventilasi adalah takikardia, napas pendek, nyeri dada (chest pain), menurunnya konsentrasi, disorientasi, tinnitus.

2. Hipoventilasi

Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atau untuk mengeluarkan CO2 dengan cukup, biasanya terjadi pada keadaan atelektasis (kolaps paru). Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala, penurunan kesadaran, disorientasi, kardiakdistritma, ketidakseimbangan elektrolit, kejang, dan kardiak arrest.








3. Hipoksia

Tidak adekuatnya pemenuhan O2 seluler akibat dari defisiensi O2 yang diinspirasi atau meningkatnya penggunaan O2 pada tingkat seluler. Hipoksia dapat disebabkan oleh :

·       Menurunya hemoglobin
·       Berkurangnya konsentrasi O2 jika berada di puncak gunung
·       Ketidakmampuan jaringan mengikat O2 seperti keracunan sianidaMenurunnya difusi O2 dari alveoli ke dalam darah seperti pada pneumonia
·       Menurunnya perfusi jaringan seperti syok Kerusakan / gangguan ventilasi
Tanda-tanda hipoksia antara lain : kelelehan, kecemasan, menurunnya kemampuan konsentrasi, nadi meningkat, pernafasan cepat dan dalam, sianosis dan clubbing.


















E. PROSES KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN MASALAH OKSIGENASI

A. Pengkajian Keperawatan

Pengkajian di lakukan harus mencakup data yang dikumpulkan dari sumber berikut.:

1. Riwayat keperawatan fungsi kardiopulmonal normal klien dan fungsi kardiopulmonal saat ini . kerusakan fungsi sirkulasi dan fungsi pernafasan pada masa yang lalu , serta tindakan klien yang digunakan untuk mengoptimalkan oksigenasi.

2. Pemeriksaan fisik kardiopulmonal klien termasuk inspeksi , palpasi , perkusi dan auskultasi.

3. Peninjauan kembali hasil pemerisaan laboratorium dan hasil pemeriksaan diagnosik .

















B. Diagnosa Keperawatan

Klien yang mengalami perubahan tingkat oksigenasi dapat memiliki diagnose keperawatan yang awalnya dari kardiovaskular atau pulmoner. Setiap diagnose keperawatan harus didasarkan pada karakteristik dan melibatkan etiologi terkait . label diagnosik livaldasi dengan menggunakan batasan karakteristik atau tanda dan gejala.


C. Perencanaan keperawatan (intervensi)

Klien yang mengalami kerusakan oksigenasi membutuhkan rencana asuhan keperawatan yang ditunjukkan untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi actual dan potencial klien. Sasaran individual berasal dari kebutuhan berpusat pada klien . perawat mengidentifikasikan hasil akhir khusus asuhan keperawatan yang diberikan . sasaran tersebut meliputi satu atau lebih ]

sasaran yang berpusat pada klien brikut ini.

1.    Klien dapat mempertahankan kepatenan jalan nafas
2. Klien mempertahankan dan meningkatkan ekspansi paru
3. Klien mengeluarkan sekresi paru
4. Klien mencapai peningkatan toleransi aktivitas
5. Oksigenasi jaringan dipertahankan atau ditingkatkan
6. Fungsi kardiopulmonar klien diperbaiki dan dipertahankan.








D. Pelaksanaan keperawatan (implementasi)) Intervensi

2.    keperawatan untuk meningkatkan dan mempertahankanoksigenasi tercakup dalam domain keperawatan . pemberian dan pemantauan intervensi dan program terapeutik . hal ini meliputi tindakan keperawatan mandiri seperti prilaku peningkatan kesehatan dan upaya pencegahan , pengaturan posisi , tehnik batuk dan intervensi mandiri atau tidak mandiri seperti terapi oksigen. Teknik inflasi paru , hidrasi, fisioterafi dada , dan obat obatan.



E. Evaluasi

Intervensi dan terapi perawatan dievaluasi dengan membandingkan kemajuan pencapaian klien terhadap tujuan intervensi dan hasil akhir yang diharapkan dari rencana ASKEP setiap tujuan dan kategori intervensi memiliki criteria evaluasi.

Apabila tindakan keperawatan yang dilakukan untuk meningkatkan
oksigenasi tidak berhasil , maka perawat harus segera memodifikasi rencana asuhan keperawatan intervensi yang baru kemudian dikembangkan . perawat tidak perlu ragu untuk memberitau dokter tentang status klien yang buruk . pemberitauan yang cepat dapat menghindari situasi darurat bahkan menghindari perlunya resusitasi jantung paru.








BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Sebagian besar sel dalam tubuh memperoleh energy dari reaksi kimia yang melibatkan oksigen dan pembuangan karbondioksida. Pertukaran gas pernafasan terjadi antara udara di lingkungan dan darah. Pernafasan dapat berubah karena kondisi atau penyakit yang mengubah struktur dan fungsi paru

Menurut McCance Huether ( 1994 ) terdapat tiga langkah dalam proses oksigenasi yaitu :

·       Ventilasi
·        Perfusi
·       Difusi
·       Keadekuatan sirkulasi , ventilasi , perfusi dan transport gas gas ke jaringan dipengaruhi oleh empat faktor yaitu
·       Fisiologis
·       Perkembangan
·        Prilaku
·       Lingkungan

Perubahan-perubahan fungsi jantung disebabkan oleh penyakit dan kondisi yang mempengaruhi irama jantung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar