Saturday, July 30, 2011

Asuhan keperawatan HERNIA HIATUS ESOFAGUS

HERNIA HIATUS ESOFAGUS
Definisi

Hernia adalah protusio (penonjolan) abnormal suatu organ atau bagian suatu organ melalui lubang (apertura) pada stuktur disekitarnya, umumnya protusio organ abdominal melalui celah dari dinding abdomen. (Sue Hinchliff, 1999 : 206).
Hernia adalah penonjolan dari organ internal melalui pembentukan abnormal atau lemah pada otot yang mengelilinginya. (Winter Griffith, 1997 : 340).

Merupakan suatu keadaan dimana terjadi perpindahan secara intermiten (sementara) atau secara permanen (menetap) bagian lambung, disertai perpindahan bagian esophagus dari iintra abdomen kedalam rongga dada (rongga toraks) di atas diagfragma melaluio hiatus esophagus yang normal.
Atas dasar patogenesisnya, maka ada 3 macam hernia hiatus esophagus ;
Pertama : Sliding hiatus hernia (hernia hiatus aksial).
Pada hernia hiatus ini didapati esophagus intra abdomen, bagian kardia lambung esophagus (gastroesophageal junction) nmelorot ke dalam rongga dada diatas diagfragma dan dapat secara intermiten maupun permanent.
Kedua :
Hernia eofageal didapati bagian fundus/korpus lambung disertai sebahagian esophagus intra abdomen berada diluar rongga dada diatas diagfragma, sedangkan hubungan lambung esophagus (gastroeophageal junction) tetap berada didalam ronnga perut (abdomen) di bawah diafragma.
Ketiga :
Pada sliding hiatus hernia (hernia hiatus aksial yang besar, dapat pula terjadi hernia hiatus esofageal, maka terjadilah kedua macam hernia hiatus tersebut diatas, hingga timbul bentuk campuran yang disebut hernia hiatus tipe campuran. Pada hernia hiatus bentuk ini dadapati seluruh bagian esofagus intra abdomen, gatroesophageal junctin, sebahagian besar lambung, mungkin seluruh bagian lambung berpindah tempat ke dalam rongga dada diatas diafragma.

Etiologi

Karena hernia hiatus tidak begitu sering dijumpai pada usia dibawah 40 tahun, mak kelemahan otot sering disebutkan sebagai suatu faktor primer dalam patogenesinya. Hilangnya tonus otot pada usia menengah atau setelah menderita penyakit yang lama, kelemahan otot membuatnya lebih lemas dan merupakan predisposisi untuk timbulnya hernia hiatus.
Faktor penting yang lain ialah meningkatnya tekanan intra abdominal yang memudahkan (membantu) bagian atas lambung untuk melewari pembukaan diafragma. Diet yang rendah serat merpakan penyebab utama konstipasi dan penyakit divertikel, boleh juga merupakan uatu penyebab hernia hiatus. Keadaan obesitas biasa dijumpai pada pasien hernia hiatus.

Patofisiologi

Sliding hiatus hernia (hernia hiatus aksial), merupakan tipe hernia hiatus yang biasa dijumpai. Pada hernia hiatus ini bagian bawah esofagus (bagian esofagus intra abdomen) dan kardia lambung melorot ke atas masuk ke dalam rongga dada di atas diafragma disertai esofageal junction-nya sesuai dengan porosnya melalui hiatus esofagus yang normal , jadinya susunan anatomis bagian bawah kardia lambung yang normall terganggu, maka terjadilah refluks asam lambung dengan akibat timbulnya rasa panas dijantung. Bila hiatusnya ini terjadi secara permanen , timbulnya kongesti dengan akibat timbulnya gastritis, erosi dan ulserasi bagian lambung yang mengalami herniasi.

Hernia hiatus paraesofageal (hernia tipe rolling)
Pada hernia paraesofageal ini, lambung dengan secara sederhana mengalami perputaran memasuki rongga dada, sedangkan gastroesofageal junction tetap berada dibawah diafragma. Pada keadaan ini sebenarnya yang terjadi ialah suatu bagian kecil peritoneum mengalami perputaran keatas rongga dada samping esofagus diikuti kurvatura mayor lambung, kadang-kadang disertai omentum gastrokolika. Semakin lanjut besar bagian lambung yang mengalami perputaran keatas memasuki rongga dada dan suatu saat bagian fundus lambung akan terletak diatas gastroesopageal junction . Perpindahan (migrasi) lambung ini dihubungkan perputaran (rotasi) organoaksial, yang menyebabkan kurvutura mayor lambung mengalami perputran keatas dan kekanan kedalam rongga dada. Hal inilah yang menyebabkan hernia paraesofageal sering dijumpai didalam rongga dada bagian kanan.
Komplikasi yang bisa timbul adalah obstruksi akut dan inkarserai. Inkarserai merupakan komplikasi yang sangat hebat yang dapat terjadi pada kasus hernia.

Hernia hiatus kongenital
Pada keadaan ini timbul kesan adanya esofagus yang pendek secara kongetinal. Hal ini sebenarnya terjadi karna spasme muskular. Pembuluh darah pada keaadan ini biasanya sampai kebagian bawah diafragma, hal ini menunjukkan posisi semula. Esofagus yang pendek padaa bayi dan anak-anak kebanyakan timbulnya sebagai akibat esofagu yang mengalami peradangan akibat esofagus mengalami peradangan karna refluks asam pada akalasia abnormalitas kongenital yang sebenarnya atau yang disebut Barrets esofagus

Sign and symptoms
• Keluhan esofagitis refluks
• Rasa jantung terbakar (heartburn)
• Regurgitasi asam dan disfagia karna spasme esofagus
• Sukar menelan
• Perdarahan
• Muntah mendadak
• Bunyi tympani pada pemeriksaan perkusi
• Nyeri uluh hati
Komplikasi
Penyakit paru yang kronik, hal ini disebabkan karna regurgitasi noktural dan aspirasi

Diagnostic test
• Radiografi yaitu tampak bayangan udara dibelakang jantung pada foto dada atau thoraks
• Fluroscopi yaitu bagian lambung yang mengalami herniasi tidak ikut dalam gelombang peristaltik yang mendorong esofagus kebawah.
• Endoscopi yaitu untuk mengetahui komplikasi yang mungkin timbul tetapi pemeriksaan ini jarang digunakan.
Pengobatan
• Antasid
• Metoklopramid
• Kolinergik
• Simetialin
• Pilihan terakhir yaitu dengan operasi
Diagnosa keperwatan
Nyeri uluh hati sehubungan dengan aliran balik asam lambung ditandai dengan ps tampak memegang daerah uluh hati
Ds :”nyeri, sus”
Do :
• Ps tampak meringis kesakitan
• Nyeri level 3 skala 0-5
• Ps tampak gelisah
Goal
Agar nyeri uluh hati berkurang secara bertahap setelah tindakan keperawatan dengan kriteria:
1. Nyeri level 2 skala 0-5
2. Ps tampak lebih tenang
Intervensi keperawatan
1. Makanlah diet tinggi protein, rendah lemak.
2. Hindarkan makanan yang mengandung kafein (kopi, teh, cola), coklat dan alkohol
3. Anjurkan pasien untuk makan sedikit demi sedikit
4. Hindarkan rokok
5. Anjurkan pasien untuk DBE bila merasa nyeri
6. Tanyakan pasien untuk memberikan posisi yang nyaman

No comments:

Post a Comment