SATUAN ACARA PENYULUHAN
Bidang studi : Ilmu Keperawatan Anak
Topik : Deteksi Dini Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Balita
Sasaran : Keluarga/Orang tua pasien pengunjung Poli Anak.
Tempat : Poliklinik Anak RSUD. Dr.Soetomo, Surabaya
Hari/Tanggal : 2 Juli 2001
Waktu : 1 X 20 Menit
1. Tujuan Instruksional Umum
Untuk meningkatkan pengetahuan ibu/keluarga tentang gangguan/kelainan pertumbuhan dan perkembangan anak Balita.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyeluhan ibu/keluarga dapat :
a. Menyebutkan pengertian pertumbuhan dan perkembangan
b. Menyebutkan tanda dan gejala adanya gangguan pertumbuhandan perkembangan pada anak Balita.
c. Menjelaskan tentang cara penanganan, bila ditemukan adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak Balita.
3. Sasaran
Ibu dan keluarga pasien poliklinik anak RSUD. Dr.Soetomo Surabaya
4. Materi
a. Pengertian pertumbuhan dan perkembangan.
b. Tanda dan gejala adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak Balita.
c. Cara penanganan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak Balita
5. Metode
Ceramah
Tanya jawab
6. Media
Flip chart
Leaflet
7. Kriteria Evaluasi
Kriteria struktur :
• Peserta hadir diruang tunggu poliklinik anak. RSUD.Dr.Soetomo, Surabaya
• Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan diruang tunggu poliklinik anak,RSUD.Dr.Soetomo,Surabaya
• Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyuluhan.
Kriteria Proses :
• Ibu dan keluarga antusias terhadap materi penyuluhan.
• Ibu dan keluarga konsentrasi mendengarkan penyuluhan.
• Ibu dan keluarga mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara lengkap dan benar.
Kriteria Hasil :
• Ibu dan keluarga mengetahui tentang pengertian tumbuh kembang.
• Ibu dan keluarga mengerti tanda dan gejala gangguan pertumbuhan
• Ibu dan keluarga dapat menjelaskan cara penanganan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak Balita.
8. Kegiatan penyuluhan
NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA
1 3 Menit Pembukaan:
Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.
Melakukan kontrak waktu.
Menyebutkan materi penyuluhan yang akan diberikan
Menyambut salam dan men dengarkan
Mendengarkan
Mendengarkan
Mendengarkan
2 10 Menit Pelaksanaan :
Menjelaskan tentang pengertian pertumbuhan dan perkembangan.
Menjelaskan tentang tanda dan gejala gang-guan pertumbuhan dan perkembangan pada anak Balita
Memberikan kesempat-an pada ibu dan keluarga untuk bertanya disetiap bagian penyuluhan.
Mendengarkan dan memper-hatikan
Bertanya dan menjawab per-tanyaan yang diajukan
3 5 Menit Evaluasi :
Menanyakan pada ibu dan keluarga tentang materi yang diberikan dan reinforcement kepada ibu dan keluarga bila dapat menjawab & menjelas-kan kembali pertanyaan/ma-teri
Menjawab &men-jelaskan pertanya-an
4 2 Menit Teriminasi :
Mengucapkan terima-kasih kepada ibu dan keluarga
Mengucapkan salam
Mendengarkan dan membalas salam
9. Pengorganisasian :
Pembicara :
Pembimbing : Hj. Mudjilas
Yuni Sufyanty A. Skp
BUKU SUMBER
Soetjiningsih.1998. Tumbuh Kembang Anak, EGC. Jakarta.
Nelson. 2001. Ilmu Kesehatan Anak.Vol.I.edisi 15. EGC. Jakarta.
……..2000. Diktat Kuliah Ilmu Keperawatan Anak PSIK.FK.Unair
TA:2000/2001. Surabaya
LAPORAN HASIL PENYULUHAN TENTANG DETEKSI DINI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA
DI POLI ANAK RSUD Dr.SUTOMO SURABAYA
TANGGAL 2 AGUSTUS 2001
OLEH :
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2003
LAPORAN HASIL PENYULUHAN
MATERI PENYULUHAN : DETEKSI DINI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA.
PEMBICARA :
MEDIA : LEAFLET
FLIP CHART
MIKROPHONE
PESERTA : IBU ATAU KELUARGA ANAK YANG BEROBAT KE POLI ANAK RSUD Dr.SUTOMO SURABAYA.
HARI/TANGGAL : KAMIS / 2 AGUSTUS 2003
TEMPAT : RUANG TUNGGU POLI ANAK RSUD Dr.SUTOMO SURABAYA.
WAKTU PENYULUHAN : 25 MENIT (07.45 – 08.10 WIB)
HASIL KEGIATAN PENYULUHAN
I. KRITERIA HASIL
1. MEDIA PENYULUHAN : LENGKAP
2. PESERTA PENYULUHAN : TERDIRI DARI IBU ATAU KELUARGA ANAK BALITA YANG HADIR PADA SAAT PENYULUHAN KIRA-KIRA 20 ORANG.
3. PENYULUHAN DIMULAI JAM : 07.45-08.10 WIB.
4. SEBELUM ACARA PENYULUHAN DIMULAI DIBERIKAN KEPADA PESERTA LEAFLET TENTANG DETEKSI DINI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA.
5. KEGIATAN PENYULUHAN DIMULAI DENGAN MEMPERKENALKAN DIRI PEMBICARA KEPADA PESERTA KEMUDIAN MENYAJIKAN MATERI PENYULUHAN SETELAH ITU DILAKUKAN TANYA JAWAB ANTARA PESERTA DENGAN PEMBICARA, YANG KEMUDIAN DIAKHIRI DENGAN KATA PENUTUP DAN UCAPAN TERIMA KASIH DARI PEMBICARA ATAS KESEDIAAN DAN PERHATIAN DARI IBU ATAU KELUARGA ANAK .
II. KRITERIA PROSES
1. SELAMA PROSES PENYULUHAN BERLANGSUNG IBU ATAU KELUARGA ANAK TERLIHAT CUKUP ANTUSIAS DENGAN PENYULUHAN YANG DIBERIKAN DAN TIDAK MENINGGALKAN TEMPAT PENYULUHAN .
2.
Tuesday, June 14, 2011
SAP IBU DENGAN ABORTUS
SATUAN ACARA PENYULUHAN
BIDANG STUDI : ILMU KEPERAWATAN MATERNITAS
Topik : Asuhan Keperawatan Ibu Dengan Abortus
Sub topik : Abortus
Sasaran : Pasien Ruang Kandungan
Tempat : Ruang Kandungan
Hari/Tanggal : Senin, 2 September 2002
Waktu : 1 x 15 menit
I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Pada akhir proses penyuluhan, para pasien yang dirawat di ruang kandungan mengerti tentang abortus, pencegahan dan penanganan.
I. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan ibu dapat :
1. Menyebutkan pengertian abortus dengan benar
2. Menjelaskan penyebab abortus
3. Menjelaskan kembali pencegahan abortus.
4. Menjelaskan penanganan yang dilakukan bila ada tanda-tanda abortus
II. Materi
1. Pengertian abortus
2. Penyebab abortus.
3. Pencegahan abortus
4. Penanganan bila terjadi abortus.
III. Metode
1. Ceramah.
2. Tanya Jawab
IV. Media
• CERAMAH
• LEAFLET
V. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
• Peserta hadir ditempat penyuluhan
• Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang kandungan
• Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
• Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
• Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
• Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
• Ibu-ibu dapat menyebutkan pengertian abortus, penyebab, pencegahan dan penanganan bila terjadi abortus.
• Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 5 ibu hamil.
VI. KEGIATAN PENYULUHAN
No. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA
1. 3
menit Pembukaan :
• Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
• Memperkenalkan diri
• Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
• Menyebutkan materi yang akan diberikan
• Menjawab salam
• Mendengarkan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
2. 10
menit Pelaksanaan :
• Menggali pengetahuan ibu tentang abortus
• Menjelaskan pengertian abortus
• Menjelaskan penyebab abortus
• Menjelaskan pencegahan dan penanganan bila terjadi abortus
• Memperhatikan
• Memperhatikan dan menjawab pertanyaan yang diajukan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
3. 5
menit Evaluasi :
• Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement kepada orang tua yang dapat menjawab pertanyaan.
• Menjawab pertanyaan
4. 2
menit Terminasi :
• Mengucapkan terimakasih atas peran serta peserta.
• Mengucapkan salam penutup
• Mendengarkan
• Menjawab salam
VII. PENGORGANISASIAN
Pembicara : Lia Martila,S.Kep
Fasilitator : Wafa Uzzuhriah
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI, Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga, Jakarta, 1993.
Markum, A.H., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1991
Riordan, J and Auerbach, Kathleen, Pocket Guide to Breastfeeding and Human Lactation, Jones & Bartett Pub. Boston, 1996
Sacharin, Rosa M., Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2, EGC, Jakarta, 1994
Mansjoer, A, dkk, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, edisi 3, Media Aesculapius, Jakarta.
WHO, 1993, Kader Kesehatan Masyarakat, alih bahasa Adi Heru S, EGC, Jakarta.
Materi Penyuluhan
A B O R T U S
A. PENGERTIAN
Abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum anak dapat hidup di dunia luar. Atau berakhirnya kehamilan pada usia kehamilan kurang 20 minggu dan berat badan anak kurang dari 500 gram.
B. PENYEBAB
1. Karena kelainan telur menyebabkan kelainan pertumbuhan.
2. Penyakit ibu :
a. Infeksi akut : pneumonia, thypus
b. Kekurangan hormone progesteron
c. Gangguan fungsi kelenjar gondok
d. Trauma (operasi, kecelakaan)
e. Kelainan alat kandungan.
Tanda dan gejala
1. Abortus iminen :
- perdarahan sedikit-sedikit
- nyeri memiliki
- pada pemeriksaan dalam belum ada pembukaan
- tidak diketemukan kelainan pada serviks.
2. Abortus insipien
- perdarahan banyak (kadang ada gumpalan)
- nyeri akibat kontraksi rahim yang kuat
- sudah terjadi pembukaan serviks.
3. Abortus inkomplit
- Janin sudah keluar tetapi perdarahan masih terus berlangsung karena masih ada plasenta yang tertinggal.
- Serviks tetap membuka tetapi bila dibiarkan lama kelamaan akan menutup.
4. Abortus komplet
- perdarahan akan segera berkurang setelah janin keluar
- serviks segera menutup kembali.
5. Abortus infeksious
- demam, kadang mengiggil
- lokea berbau busuk.
6. Messed abortion
- rahim tidak membesar, bahkan mengecil
- buah dada mengecil kembali
- amenorhoe berlangsung terus.
C. TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN
1. Abortus imminens.
Isitirahat di tempat tidur (tirah baring)
2. Aboruts insipien
Oksitosin untuk merangsang uterus, kuretase
Komplikasi
1. Perdarahan
2. Infeksi
3. Degenerasi ganas dalam bentuk chorio ca
BIDANG STUDI : ILMU KEPERAWATAN MATERNITAS
Topik : Asuhan Keperawatan Ibu Dengan Abortus
Sub topik : Abortus
Sasaran : Pasien Ruang Kandungan
Tempat : Ruang Kandungan
Hari/Tanggal : Senin, 2 September 2002
Waktu : 1 x 15 menit
I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Pada akhir proses penyuluhan, para pasien yang dirawat di ruang kandungan mengerti tentang abortus, pencegahan dan penanganan.
I. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan ibu dapat :
1. Menyebutkan pengertian abortus dengan benar
2. Menjelaskan penyebab abortus
3. Menjelaskan kembali pencegahan abortus.
4. Menjelaskan penanganan yang dilakukan bila ada tanda-tanda abortus
II. Materi
1. Pengertian abortus
2. Penyebab abortus.
3. Pencegahan abortus
4. Penanganan bila terjadi abortus.
III. Metode
1. Ceramah.
2. Tanya Jawab
IV. Media
• CERAMAH
• LEAFLET
V. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
• Peserta hadir ditempat penyuluhan
• Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang kandungan
• Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
• Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
• Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
• Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
• Ibu-ibu dapat menyebutkan pengertian abortus, penyebab, pencegahan dan penanganan bila terjadi abortus.
• Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 5 ibu hamil.
VI. KEGIATAN PENYULUHAN
No. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA
1. 3
menit Pembukaan :
• Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
• Memperkenalkan diri
• Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
• Menyebutkan materi yang akan diberikan
• Menjawab salam
• Mendengarkan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
2. 10
menit Pelaksanaan :
• Menggali pengetahuan ibu tentang abortus
• Menjelaskan pengertian abortus
• Menjelaskan penyebab abortus
• Menjelaskan pencegahan dan penanganan bila terjadi abortus
• Memperhatikan
• Memperhatikan dan menjawab pertanyaan yang diajukan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
3. 5
menit Evaluasi :
• Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement kepada orang tua yang dapat menjawab pertanyaan.
• Menjawab pertanyaan
4. 2
menit Terminasi :
• Mengucapkan terimakasih atas peran serta peserta.
• Mengucapkan salam penutup
• Mendengarkan
• Menjawab salam
VII. PENGORGANISASIAN
Pembicara : Lia Martila,S.Kep
Fasilitator : Wafa Uzzuhriah
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI, Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga, Jakarta, 1993.
Markum, A.H., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1991
Riordan, J and Auerbach, Kathleen, Pocket Guide to Breastfeeding and Human Lactation, Jones & Bartett Pub. Boston, 1996
Sacharin, Rosa M., Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2, EGC, Jakarta, 1994
Mansjoer, A, dkk, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, edisi 3, Media Aesculapius, Jakarta.
WHO, 1993, Kader Kesehatan Masyarakat, alih bahasa Adi Heru S, EGC, Jakarta.
Materi Penyuluhan
A B O R T U S
A. PENGERTIAN
Abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum anak dapat hidup di dunia luar. Atau berakhirnya kehamilan pada usia kehamilan kurang 20 minggu dan berat badan anak kurang dari 500 gram.
B. PENYEBAB
1. Karena kelainan telur menyebabkan kelainan pertumbuhan.
2. Penyakit ibu :
a. Infeksi akut : pneumonia, thypus
b. Kekurangan hormone progesteron
c. Gangguan fungsi kelenjar gondok
d. Trauma (operasi, kecelakaan)
e. Kelainan alat kandungan.
Tanda dan gejala
1. Abortus iminen :
- perdarahan sedikit-sedikit
- nyeri memiliki
- pada pemeriksaan dalam belum ada pembukaan
- tidak diketemukan kelainan pada serviks.
2. Abortus insipien
- perdarahan banyak (kadang ada gumpalan)
- nyeri akibat kontraksi rahim yang kuat
- sudah terjadi pembukaan serviks.
3. Abortus inkomplit
- Janin sudah keluar tetapi perdarahan masih terus berlangsung karena masih ada plasenta yang tertinggal.
- Serviks tetap membuka tetapi bila dibiarkan lama kelamaan akan menutup.
4. Abortus komplet
- perdarahan akan segera berkurang setelah janin keluar
- serviks segera menutup kembali.
5. Abortus infeksious
- demam, kadang mengiggil
- lokea berbau busuk.
6. Messed abortion
- rahim tidak membesar, bahkan mengecil
- buah dada mengecil kembali
- amenorhoe berlangsung terus.
C. TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN
1. Abortus imminens.
Isitirahat di tempat tidur (tirah baring)
2. Aboruts insipien
Oksitosin untuk merangsang uterus, kuretase
Komplikasi
1. Perdarahan
2. Infeksi
3. Degenerasi ganas dalam bentuk chorio ca
SAP IBU DENGAN ABORTUS
SATUAN ACARA PENYULUHAN
BIDANG STUDI : ILMU KEPERAWATAN MATERNITAS
Topik : Asuhan Keperawatan Ibu Dengan Abortus
Sub topik : Abortus
Sasaran : Pasien Ruang Kandungan
Tempat : Ruang Kandungan
Hari/Tanggal : Senin, 2 September 2002
Waktu : 1 x 15 menit
I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Pada akhir proses penyuluhan, para pasien yang dirawat di ruang kandungan mengerti tentang abortus, pencegahan dan penanganan.
I. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan ibu dapat :
1. Menyebutkan pengertian abortus dengan benar
2. Menjelaskan penyebab abortus
3. Menjelaskan kembali pencegahan abortus.
4. Menjelaskan penanganan yang dilakukan bila ada tanda-tanda abortus
II. Materi
1. Pengertian abortus
2. Penyebab abortus.
3. Pencegahan abortus
4. Penanganan bila terjadi abortus.
III. Metode
1. Ceramah.
2. Tanya Jawab
IV. Media
• CERAMAH
• LEAFLET
V. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
• Peserta hadir ditempat penyuluhan
• Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang kandungan
• Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
• Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
• Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
• Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
• Ibu-ibu dapat menyebutkan pengertian abortus, penyebab, pencegahan dan penanganan bila terjadi abortus.
• Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 5 ibu hamil.
VI. KEGIATAN PENYULUHAN
No. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA
1. 3
menit Pembukaan :
• Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
• Memperkenalkan diri
• Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
• Menyebutkan materi yang akan diberikan
• Menjawab salam
• Mendengarkan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
2. 10
menit Pelaksanaan :
• Menggali pengetahuan ibu tentang abortus
• Menjelaskan pengertian abortus
• Menjelaskan penyebab abortus
• Menjelaskan pencegahan dan penanganan bila terjadi abortus
• Memperhatikan
• Memperhatikan dan menjawab pertanyaan yang diajukan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
3. 5
menit Evaluasi :
• Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement kepada orang tua yang dapat menjawab pertanyaan.
• Menjawab pertanyaan
4. 2
menit Terminasi :
• Mengucapkan terimakasih atas peran serta peserta.
• Mengucapkan salam penutup
• Mendengarkan
• Menjawab salam
VII. PENGORGANISASIAN
Pembicara : Lia Martila,S.Kep
Fasilitator : Wafa Uzzuhriah
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI, Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga, Jakarta, 1993.
Markum, A.H., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1991
Riordan, J and Auerbach, Kathleen, Pocket Guide to Breastfeeding and Human Lactation, Jones & Bartett Pub. Boston, 1996
Sacharin, Rosa M., Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2, EGC, Jakarta, 1994
Mansjoer, A, dkk, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, edisi 3, Media Aesculapius, Jakarta.
WHO, 1993, Kader Kesehatan Masyarakat, alih bahasa Adi Heru S, EGC, Jakarta.
Materi Penyuluhan
A B O R T U S
A. PENGERTIAN
Abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum anak dapat hidup di dunia luar. Atau berakhirnya kehamilan pada usia kehamilan kurang 20 minggu dan berat badan anak kurang dari 500 gram.
B. PENYEBAB
1. Karena kelainan telur menyebabkan kelainan pertumbuhan.
2. Penyakit ibu :
a. Infeksi akut : pneumonia, thypus
b. Kekurangan hormone progesteron
c. Gangguan fungsi kelenjar gondok
d. Trauma (operasi, kecelakaan)
e. Kelainan alat kandungan.
Tanda dan gejala
1. Abortus iminen :
- perdarahan sedikit-sedikit
- nyeri memiliki
- pada pemeriksaan dalam belum ada pembukaan
- tidak diketemukan kelainan pada serviks.
2. Abortus insipien
- perdarahan banyak (kadang ada gumpalan)
- nyeri akibat kontraksi rahim yang kuat
- sudah terjadi pembukaan serviks.
3. Abortus inkomplit
- Janin sudah keluar tetapi perdarahan masih terus berlangsung karena masih ada plasenta yang tertinggal.
- Serviks tetap membuka tetapi bila dibiarkan lama kelamaan akan menutup.
4. Abortus komplet
- perdarahan akan segera berkurang setelah janin keluar
- serviks segera menutup kembali.
5. Abortus infeksious
- demam, kadang mengiggil
- lokea berbau busuk.
6. Messed abortion
- rahim tidak membesar, bahkan mengecil
- buah dada mengecil kembali
- amenorhoe berlangsung terus.
C. TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN
1. Abortus imminens.
Isitirahat di tempat tidur (tirah baring)
2. Aboruts insipien
Oksitosin untuk merangsang uterus, kuretase
Komplikasi
1. Perdarahan
2. Infeksi
3. Degenerasi ganas dalam bentuk chorio ca
BIDANG STUDI : ILMU KEPERAWATAN MATERNITAS
Topik : Asuhan Keperawatan Ibu Dengan Abortus
Sub topik : Abortus
Sasaran : Pasien Ruang Kandungan
Tempat : Ruang Kandungan
Hari/Tanggal : Senin, 2 September 2002
Waktu : 1 x 15 menit
I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Pada akhir proses penyuluhan, para pasien yang dirawat di ruang kandungan mengerti tentang abortus, pencegahan dan penanganan.
I. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan ibu dapat :
1. Menyebutkan pengertian abortus dengan benar
2. Menjelaskan penyebab abortus
3. Menjelaskan kembali pencegahan abortus.
4. Menjelaskan penanganan yang dilakukan bila ada tanda-tanda abortus
II. Materi
1. Pengertian abortus
2. Penyebab abortus.
3. Pencegahan abortus
4. Penanganan bila terjadi abortus.
III. Metode
1. Ceramah.
2. Tanya Jawab
IV. Media
• CERAMAH
• LEAFLET
V. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
• Peserta hadir ditempat penyuluhan
• Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang kandungan
• Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
• Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
• Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
• Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
• Ibu-ibu dapat menyebutkan pengertian abortus, penyebab, pencegahan dan penanganan bila terjadi abortus.
• Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 5 ibu hamil.
VI. KEGIATAN PENYULUHAN
No. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA
1. 3
menit Pembukaan :
• Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
• Memperkenalkan diri
• Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
• Menyebutkan materi yang akan diberikan
• Menjawab salam
• Mendengarkan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
2. 10
menit Pelaksanaan :
• Menggali pengetahuan ibu tentang abortus
• Menjelaskan pengertian abortus
• Menjelaskan penyebab abortus
• Menjelaskan pencegahan dan penanganan bila terjadi abortus
• Memperhatikan
• Memperhatikan dan menjawab pertanyaan yang diajukan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
3. 5
menit Evaluasi :
• Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement kepada orang tua yang dapat menjawab pertanyaan.
• Menjawab pertanyaan
4. 2
menit Terminasi :
• Mengucapkan terimakasih atas peran serta peserta.
• Mengucapkan salam penutup
• Mendengarkan
• Menjawab salam
VII. PENGORGANISASIAN
Pembicara : Lia Martila,S.Kep
Fasilitator : Wafa Uzzuhriah
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI, Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga, Jakarta, 1993.
Markum, A.H., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1991
Riordan, J and Auerbach, Kathleen, Pocket Guide to Breastfeeding and Human Lactation, Jones & Bartett Pub. Boston, 1996
Sacharin, Rosa M., Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2, EGC, Jakarta, 1994
Mansjoer, A, dkk, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, edisi 3, Media Aesculapius, Jakarta.
WHO, 1993, Kader Kesehatan Masyarakat, alih bahasa Adi Heru S, EGC, Jakarta.
Materi Penyuluhan
A B O R T U S
A. PENGERTIAN
Abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum anak dapat hidup di dunia luar. Atau berakhirnya kehamilan pada usia kehamilan kurang 20 minggu dan berat badan anak kurang dari 500 gram.
B. PENYEBAB
1. Karena kelainan telur menyebabkan kelainan pertumbuhan.
2. Penyakit ibu :
a. Infeksi akut : pneumonia, thypus
b. Kekurangan hormone progesteron
c. Gangguan fungsi kelenjar gondok
d. Trauma (operasi, kecelakaan)
e. Kelainan alat kandungan.
Tanda dan gejala
1. Abortus iminen :
- perdarahan sedikit-sedikit
- nyeri memiliki
- pada pemeriksaan dalam belum ada pembukaan
- tidak diketemukan kelainan pada serviks.
2. Abortus insipien
- perdarahan banyak (kadang ada gumpalan)
- nyeri akibat kontraksi rahim yang kuat
- sudah terjadi pembukaan serviks.
3. Abortus inkomplit
- Janin sudah keluar tetapi perdarahan masih terus berlangsung karena masih ada plasenta yang tertinggal.
- Serviks tetap membuka tetapi bila dibiarkan lama kelamaan akan menutup.
4. Abortus komplet
- perdarahan akan segera berkurang setelah janin keluar
- serviks segera menutup kembali.
5. Abortus infeksious
- demam, kadang mengiggil
- lokea berbau busuk.
6. Messed abortion
- rahim tidak membesar, bahkan mengecil
- buah dada mengecil kembali
- amenorhoe berlangsung terus.
C. TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN
1. Abortus imminens.
Isitirahat di tempat tidur (tirah baring)
2. Aboruts insipien
Oksitosin untuk merangsang uterus, kuretase
Komplikasi
1. Perdarahan
2. Infeksi
3. Degenerasi ganas dalam bentuk chorio ca
SAP DHF
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Bidang Study : Ilmu Keperawatan Anak
Topik : Perawatan DHF
Sub topik : Perawatan DHF
Sasaran : Orang tua klien (anak)
Tempat : Ruang Menular Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Hari/Tanggal : Kamis 11 Juli 2002
Waktu : 1 x 40 menit
I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang penyakit DHF dan perawatan anak DHF selama di rumahsakit maupun di rumah, Orang tua klien (anak) mengerti mengenai penyakit DHF dan dapat mengetahui cara perawatan yang perlu diberikan kepada anak yang menderita DHF baik selama di rumahsakit maupun di rumah.
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang penyakit DHF dan perawatan anak DHF selama di rumahsakit maupun di rumah, diharapkan Orang tua klien (anak) mengerti:
1. Menjelaskan pengertian DHF
2. Menjelaskan penyebab DHF
3. Menjelaskan tanda dan gejala DHF
4. Menjelaskan cara penularan
5. Menjelaskan cara perawatan pada anak DHF di rumah sebelum di bawa ke rumah sakit
6. Menjelaskan kapan anak harus di bawa ke rumah sakit
7. Menjelaskan cara pencegahan DHF di rumah
III. MATERI
1. Pengertian DHF
2. Penyebab DHF
3. Tanda dan gejala DHF
4. Cara penularan
5. Cara perawatan pada anak DHF di rumah sebelum di bawa ke rumah sakit
6. Kapan anak harus di bawa ke rumah sakit
7. Cara penanggulangan/pencegahan DHF di rumah
IV. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
V. MEDIA
1. Flip Chart
2. Leaflet DHF
VI. KEGIATAN PENYULUHAN
No. FASE KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA WAKTU
1. Pra Interaksi • Menyiapkan Satuan Acara Penyuluhan & bahan untuk leaflet.
• Menentukan kontrak waktu & materi dengan Orang tua klien (anak) satu hari sebelum penyuluhan dilakukan 3 menit
2. Kerja
• Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
• Memperkenalkan diri
• Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
• Menyebutkan materi yang akan diberikan.
• Menggali pengetahuan Orang tua klien (anak) mengenai penyakit DHF.
• Menjelaskan tentang pengertian DHF
• Memberi kesempatan kepada Orang tua klien (anak) untuk mengajukan pertanyaan kemudian didiskusikan bersama & menjawab pertanyaan.
• Memberikan leaflet DHF. • Menjawab salam
• Mendengarkan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
• Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan.
• Memperhatikan 1 menit
1 menit
1 menit
1 menit
1 menit
10 menit
10 menit
3. Evaluasi :
• Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement kepada Orang tua klien (anak) yang dapat menjawab pertanyaan. • Menjawab pertanyaan 10 menit
4. Terminasi :
• Mengakhiri pertemuan & mengucapkan terimakasih atas partisipasi Orang tua klien (anak).
• Mengucapkan salam penutup • Mendengarkan
• Menjawab salam 2 menit
VII. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
• Kesiapan materi
• Kesiapan SAP
• Kesiapan media : chart, brosur
• Peserta hadir ditempat penyuluhan
• Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Ruang Menular Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya
• Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
• Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.
• Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
• Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
• Suasana penyuluhan tertib
• Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
• Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 10 orang ibu.
3. Evaluasi Hasil
Orang tua klien (anak) dapat :
1. Menjelaskan pengertian DHF
2. Menjelaskan penyebab DHF
3. Menjelaskan tanda dan gejala DHF
4. Menjelaskan cara penularan
5. Menjelaskan cara perawatan pada anak DHF di rumah sebelum di bawa ke rumah sakit
6. Menjelaskan kapan anak harus di bawa ke rumah sakit
7. Menjelaskan cara pencegahan DHF di rumah
VIII. PENGORGANISASIAN
Pembawa Acara : Sudjiyem
Pembicara : David A. Mandala & Siswanto
Fasilitator : Subhan, Sugeng dan Theresia Retno P.
Observer : Sri Mulyani dan Ririn Probowati, S Kp.
IX. DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI kerjasama dengan WHO dan UNICEF, Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Indonesia., Jakarta, 1998.
Markum, A.H., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1991
Sacharin, Rosa M., Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2, EGC, Jakarta, 1994
Bidang Study : Ilmu Keperawatan Anak
Topik : Perawatan DHF
Sub topik : Perawatan DHF
Sasaran : Orang tua klien (anak)
Tempat : Ruang Menular Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Hari/Tanggal : Kamis 11 Juli 2002
Waktu : 1 x 40 menit
I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang penyakit DHF dan perawatan anak DHF selama di rumahsakit maupun di rumah, Orang tua klien (anak) mengerti mengenai penyakit DHF dan dapat mengetahui cara perawatan yang perlu diberikan kepada anak yang menderita DHF baik selama di rumahsakit maupun di rumah.
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang penyakit DHF dan perawatan anak DHF selama di rumahsakit maupun di rumah, diharapkan Orang tua klien (anak) mengerti:
1. Menjelaskan pengertian DHF
2. Menjelaskan penyebab DHF
3. Menjelaskan tanda dan gejala DHF
4. Menjelaskan cara penularan
5. Menjelaskan cara perawatan pada anak DHF di rumah sebelum di bawa ke rumah sakit
6. Menjelaskan kapan anak harus di bawa ke rumah sakit
7. Menjelaskan cara pencegahan DHF di rumah
III. MATERI
1. Pengertian DHF
2. Penyebab DHF
3. Tanda dan gejala DHF
4. Cara penularan
5. Cara perawatan pada anak DHF di rumah sebelum di bawa ke rumah sakit
6. Kapan anak harus di bawa ke rumah sakit
7. Cara penanggulangan/pencegahan DHF di rumah
IV. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
V. MEDIA
1. Flip Chart
2. Leaflet DHF
VI. KEGIATAN PENYULUHAN
No. FASE KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA WAKTU
1. Pra Interaksi • Menyiapkan Satuan Acara Penyuluhan & bahan untuk leaflet.
• Menentukan kontrak waktu & materi dengan Orang tua klien (anak) satu hari sebelum penyuluhan dilakukan 3 menit
2. Kerja
• Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
• Memperkenalkan diri
• Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
• Menyebutkan materi yang akan diberikan.
• Menggali pengetahuan Orang tua klien (anak) mengenai penyakit DHF.
• Menjelaskan tentang pengertian DHF
• Memberi kesempatan kepada Orang tua klien (anak) untuk mengajukan pertanyaan kemudian didiskusikan bersama & menjawab pertanyaan.
• Memberikan leaflet DHF. • Menjawab salam
• Mendengarkan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
• Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan.
• Memperhatikan 1 menit
1 menit
1 menit
1 menit
1 menit
10 menit
10 menit
3. Evaluasi :
• Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement kepada Orang tua klien (anak) yang dapat menjawab pertanyaan. • Menjawab pertanyaan 10 menit
4. Terminasi :
• Mengakhiri pertemuan & mengucapkan terimakasih atas partisipasi Orang tua klien (anak).
• Mengucapkan salam penutup • Mendengarkan
• Menjawab salam 2 menit
VII. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
• Kesiapan materi
• Kesiapan SAP
• Kesiapan media : chart, brosur
• Peserta hadir ditempat penyuluhan
• Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Ruang Menular Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya
• Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
• Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.
• Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
• Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
• Suasana penyuluhan tertib
• Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
• Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 10 orang ibu.
3. Evaluasi Hasil
Orang tua klien (anak) dapat :
1. Menjelaskan pengertian DHF
2. Menjelaskan penyebab DHF
3. Menjelaskan tanda dan gejala DHF
4. Menjelaskan cara penularan
5. Menjelaskan cara perawatan pada anak DHF di rumah sebelum di bawa ke rumah sakit
6. Menjelaskan kapan anak harus di bawa ke rumah sakit
7. Menjelaskan cara pencegahan DHF di rumah
VIII. PENGORGANISASIAN
Pembawa Acara : Sudjiyem
Pembicara : David A. Mandala & Siswanto
Fasilitator : Subhan, Sugeng dan Theresia Retno P.
Observer : Sri Mulyani dan Ririn Probowati, S Kp.
IX. DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI kerjasama dengan WHO dan UNICEF, Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Indonesia., Jakarta, 1998.
Markum, A.H., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1991
Sacharin, Rosa M., Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2, EGC, Jakarta, 1994
SAP DHF
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Bidang Study : Ilmu Keperawatan Anak
Topik : Perawatan DHF
Sub topik : Perawatan DHF
Sasaran : Orang tua klien (anak)
Tempat : Ruang Menular Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Hari/Tanggal : Kamis 11 Juli 2002
Waktu : 1 x 40 menit
I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang penyakit DHF dan perawatan anak DHF selama di rumahsakit maupun di rumah, Orang tua klien (anak) mengerti mengenai penyakit DHF dan dapat mengetahui cara perawatan yang perlu diberikan kepada anak yang menderita DHF baik selama di rumahsakit maupun di rumah.
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang penyakit DHF dan perawatan anak DHF selama di rumahsakit maupun di rumah, diharapkan Orang tua klien (anak) mengerti:
1. Menjelaskan pengertian DHF
2. Menjelaskan penyebab DHF
3. Menjelaskan tanda dan gejala DHF
4. Menjelaskan cara penularan
5. Menjelaskan cara perawatan pada anak DHF di rumah sebelum di bawa ke rumah sakit
6. Menjelaskan kapan anak harus di bawa ke rumah sakit
7. Menjelaskan cara pencegahan DHF di rumah
III. MATERI
1. Pengertian DHF
2. Penyebab DHF
3. Tanda dan gejala DHF
4. Cara penularan
5. Cara perawatan pada anak DHF di rumah sebelum di bawa ke rumah sakit
6. Kapan anak harus di bawa ke rumah sakit
7. Cara penanggulangan/pencegahan DHF di rumah
IV. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
V. MEDIA
1. Flip Chart
2. Leaflet DHF
VI. KEGIATAN PENYULUHAN
No. FASE KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA WAKTU
1. Pra Interaksi • Menyiapkan Satuan Acara Penyuluhan & bahan untuk leaflet.
• Menentukan kontrak waktu & materi dengan Orang tua klien (anak) satu hari sebelum penyuluhan dilakukan 3 menit
2. Kerja
• Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
• Memperkenalkan diri
• Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
• Menyebutkan materi yang akan diberikan.
• Menggali pengetahuan Orang tua klien (anak) mengenai penyakit DHF.
• Menjelaskan tentang pengertian DHF
• Memberi kesempatan kepada Orang tua klien (anak) untuk mengajukan pertanyaan kemudian didiskusikan bersama & menjawab pertanyaan.
• Memberikan leaflet DHF. • Menjawab salam
• Mendengarkan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
• Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan.
• Memperhatikan 1 menit
1 menit
1 menit
1 menit
1 menit
10 menit
10 menit
3. Evaluasi :
• Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement kepada Orang tua klien (anak) yang dapat menjawab pertanyaan. • Menjawab pertanyaan 10 menit
4. Terminasi :
• Mengakhiri pertemuan & mengucapkan terimakasih atas partisipasi Orang tua klien (anak).
• Mengucapkan salam penutup • Mendengarkan
• Menjawab salam 2 menit
VII. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
• Kesiapan materi
• Kesiapan SAP
• Kesiapan media : chart, brosur
• Peserta hadir ditempat penyuluhan
• Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Ruang Menular Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya
• Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
• Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.
• Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
• Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
• Suasana penyuluhan tertib
• Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
• Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 10 orang ibu.
3. Evaluasi Hasil
Orang tua klien (anak) dapat :
1. Menjelaskan pengertian DHF
2. Menjelaskan penyebab DHF
3. Menjelaskan tanda dan gejala DHF
4. Menjelaskan cara penularan
5. Menjelaskan cara perawatan pada anak DHF di rumah sebelum di bawa ke rumah sakit
6. Menjelaskan kapan anak harus di bawa ke rumah sakit
7. Menjelaskan cara pencegahan DHF di rumah
VIII. PENGORGANISASIAN
Pembawa Acara : Sudjiyem
Pembicara : David A. Mandala & Siswanto
Fasilitator : Subhan, Sugeng dan Theresia Retno P.
Observer : Sri Mulyani dan Ririn Probowati, S Kp.
IX. DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI kerjasama dengan WHO dan UNICEF, Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Indonesia., Jakarta, 1998.
Markum, A.H., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1991
Sacharin, Rosa M., Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2, EGC, Jakarta, 1994
Bidang Study : Ilmu Keperawatan Anak
Topik : Perawatan DHF
Sub topik : Perawatan DHF
Sasaran : Orang tua klien (anak)
Tempat : Ruang Menular Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Hari/Tanggal : Kamis 11 Juli 2002
Waktu : 1 x 40 menit
I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang penyakit DHF dan perawatan anak DHF selama di rumahsakit maupun di rumah, Orang tua klien (anak) mengerti mengenai penyakit DHF dan dapat mengetahui cara perawatan yang perlu diberikan kepada anak yang menderita DHF baik selama di rumahsakit maupun di rumah.
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang penyakit DHF dan perawatan anak DHF selama di rumahsakit maupun di rumah, diharapkan Orang tua klien (anak) mengerti:
1. Menjelaskan pengertian DHF
2. Menjelaskan penyebab DHF
3. Menjelaskan tanda dan gejala DHF
4. Menjelaskan cara penularan
5. Menjelaskan cara perawatan pada anak DHF di rumah sebelum di bawa ke rumah sakit
6. Menjelaskan kapan anak harus di bawa ke rumah sakit
7. Menjelaskan cara pencegahan DHF di rumah
III. MATERI
1. Pengertian DHF
2. Penyebab DHF
3. Tanda dan gejala DHF
4. Cara penularan
5. Cara perawatan pada anak DHF di rumah sebelum di bawa ke rumah sakit
6. Kapan anak harus di bawa ke rumah sakit
7. Cara penanggulangan/pencegahan DHF di rumah
IV. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
V. MEDIA
1. Flip Chart
2. Leaflet DHF
VI. KEGIATAN PENYULUHAN
No. FASE KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA WAKTU
1. Pra Interaksi • Menyiapkan Satuan Acara Penyuluhan & bahan untuk leaflet.
• Menentukan kontrak waktu & materi dengan Orang tua klien (anak) satu hari sebelum penyuluhan dilakukan 3 menit
2. Kerja
• Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
• Memperkenalkan diri
• Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
• Menyebutkan materi yang akan diberikan.
• Menggali pengetahuan Orang tua klien (anak) mengenai penyakit DHF.
• Menjelaskan tentang pengertian DHF
• Memberi kesempatan kepada Orang tua klien (anak) untuk mengajukan pertanyaan kemudian didiskusikan bersama & menjawab pertanyaan.
• Memberikan leaflet DHF. • Menjawab salam
• Mendengarkan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
• Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan.
• Memperhatikan 1 menit
1 menit
1 menit
1 menit
1 menit
10 menit
10 menit
3. Evaluasi :
• Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement kepada Orang tua klien (anak) yang dapat menjawab pertanyaan. • Menjawab pertanyaan 10 menit
4. Terminasi :
• Mengakhiri pertemuan & mengucapkan terimakasih atas partisipasi Orang tua klien (anak).
• Mengucapkan salam penutup • Mendengarkan
• Menjawab salam 2 menit
VII. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
• Kesiapan materi
• Kesiapan SAP
• Kesiapan media : chart, brosur
• Peserta hadir ditempat penyuluhan
• Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Ruang Menular Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya
• Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
• Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.
• Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
• Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
• Suasana penyuluhan tertib
• Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
• Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 10 orang ibu.
3. Evaluasi Hasil
Orang tua klien (anak) dapat :
1. Menjelaskan pengertian DHF
2. Menjelaskan penyebab DHF
3. Menjelaskan tanda dan gejala DHF
4. Menjelaskan cara penularan
5. Menjelaskan cara perawatan pada anak DHF di rumah sebelum di bawa ke rumah sakit
6. Menjelaskan kapan anak harus di bawa ke rumah sakit
7. Menjelaskan cara pencegahan DHF di rumah
VIII. PENGORGANISASIAN
Pembawa Acara : Sudjiyem
Pembicara : David A. Mandala & Siswanto
Fasilitator : Subhan, Sugeng dan Theresia Retno P.
Observer : Sri Mulyani dan Ririn Probowati, S Kp.
IX. DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI kerjasama dengan WHO dan UNICEF, Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Indonesia., Jakarta, 1998.
Markum, A.H., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1991
Sacharin, Rosa M., Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2, EGC, Jakarta, 1994
SATUAN ACARA PENYULUHAN AIDS
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik : HIV - AIDS
Waktu : 10 menit
Hari/Tanggal : Senin, 20 April 1998
Sasaran : Siswa SMA Kelas I
Tempat : SMA 1 Denpasar
I. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah penyuluhan peserta dapat memahami tentang penyakit AIDS
II. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan ini peserta dapat :
1. Menjelaskan tentang pengertian AIDS
2. Menjelaskan cara penularan AIDS
3. Menjelaskan tentang akibat AIDS
4. Menyebutkan prilaku beresiko tinggi terhadap AIDS
III. Materi
1. Pengertian AIDS
• AIDS (Acquired Immuno Defisiensi Sydrom) adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga tidak dapat berfungsi normal.
• Penyebab dari AIDS adalah infeksi dari HIV ( Human Immunodeficiency Virus). Virus ini menyerang sel-sel antibodi sehingga tubuh menjadi rentan terhadap penyakit.
• Sampai saat sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan AIDS, obat-obat pada penderita AIDS hanya ditujukan untuk memperkuat daya tahan tubuh sehingga menunda percepatan proses penyakit.
2. Cara penularan HIV
• Pada orang terinfeksi, HIV diisolasi dalam darah, air mani, cairan vagina, ASI, air liur, serum, urine, air mata, cairan alveolar, jaringan otak, dan cairan cerebrospinal
• HIV dapat ditularkan melalui salah satu atau lebih dari empat jalur yaitu kontak seksual, penyuntikan IV obat dengan jarum tercemar, pemberian darah atau produk darah, masuknya virus melalui ibu yang terjangkit kepada jabang bayi.
3. Akibat AIDS
• Tubuh menjadi rentan terhadap infeksi parasit atau infeksi intraselular lainnya. Manifestasi dapat berupa demam, malaise, kelemahan umum, keringat malam, diare dan penurunan berat badan. Harapan hidup bervariasi, tapi pada umumnya antara 4 bulan – 2 tahun.
4. Prilaku beresiko tinggi terhadap AIDS
• Homoseksual
• Kegiatan seksual dengan berganti-ganti pasangan
• Pemakaian jarum suntikan secara bergantian
IV. Kegiatan Proses Penyuluhan
1. Pembukaan (2 menit).
• Perkenalan
• Pre test
• Menjelaskan TIU dan TIK dan garis besar materi penyuluhan.
2. Proses penyuluhan (5 menit)
• Menjelaskan / ceramah materi.
• Diskusi dan tanya jawab.
3. Penutupan (3 menit)
• Evaluasi/post test.
• Menyimpulkan bersama.
V. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi dan tanya jawab.
VI. Media
1. Transparansi
2. Papan Tulis
Topik : HIV - AIDS
Waktu : 10 menit
Hari/Tanggal : Senin, 20 April 1998
Sasaran : Siswa SMA Kelas I
Tempat : SMA 1 Denpasar
I. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah penyuluhan peserta dapat memahami tentang penyakit AIDS
II. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan ini peserta dapat :
1. Menjelaskan tentang pengertian AIDS
2. Menjelaskan cara penularan AIDS
3. Menjelaskan tentang akibat AIDS
4. Menyebutkan prilaku beresiko tinggi terhadap AIDS
III. Materi
1. Pengertian AIDS
• AIDS (Acquired Immuno Defisiensi Sydrom) adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga tidak dapat berfungsi normal.
• Penyebab dari AIDS adalah infeksi dari HIV ( Human Immunodeficiency Virus). Virus ini menyerang sel-sel antibodi sehingga tubuh menjadi rentan terhadap penyakit.
• Sampai saat sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan AIDS, obat-obat pada penderita AIDS hanya ditujukan untuk memperkuat daya tahan tubuh sehingga menunda percepatan proses penyakit.
2. Cara penularan HIV
• Pada orang terinfeksi, HIV diisolasi dalam darah, air mani, cairan vagina, ASI, air liur, serum, urine, air mata, cairan alveolar, jaringan otak, dan cairan cerebrospinal
• HIV dapat ditularkan melalui salah satu atau lebih dari empat jalur yaitu kontak seksual, penyuntikan IV obat dengan jarum tercemar, pemberian darah atau produk darah, masuknya virus melalui ibu yang terjangkit kepada jabang bayi.
3. Akibat AIDS
• Tubuh menjadi rentan terhadap infeksi parasit atau infeksi intraselular lainnya. Manifestasi dapat berupa demam, malaise, kelemahan umum, keringat malam, diare dan penurunan berat badan. Harapan hidup bervariasi, tapi pada umumnya antara 4 bulan – 2 tahun.
4. Prilaku beresiko tinggi terhadap AIDS
• Homoseksual
• Kegiatan seksual dengan berganti-ganti pasangan
• Pemakaian jarum suntikan secara bergantian
IV. Kegiatan Proses Penyuluhan
1. Pembukaan (2 menit).
• Perkenalan
• Pre test
• Menjelaskan TIU dan TIK dan garis besar materi penyuluhan.
2. Proses penyuluhan (5 menit)
• Menjelaskan / ceramah materi.
• Diskusi dan tanya jawab.
3. Penutupan (3 menit)
• Evaluasi/post test.
• Menyimpulkan bersama.
V. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi dan tanya jawab.
VI. Media
1. Transparansi
2. Papan Tulis
SATUAN ACARA PENYULUHAN ANEMIA
SATUAN ACARA PENYULUHAN
ANEMIA
Topik : Anemia
Sub Topik : Pencegahan dan Pertolongan Pada Anemia
Hari/Tanggal : Minggu, 17 Januari 2010
Waktu / Jam : 30 Menit / 14.00 – 14.30 WIB
Tempat : Balai Desa
Peserta : Warga Desa Suka Makmur
Penyuluh : Mahasiswa STIKES Mataram
I. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan warga Desa Suka Makmur mengetahui cara–cara pencegahan dan penanganan penyakit Anemia dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.
II. TUJUAN KHUSUS
Serelah diberikan penyuluhan selama 30 menit warga Desa Suka Makmur mampu :
Menjelaskan pengertian Anemia
Menjelaskan tentang penyebab Anemia
Menjelaskan tanda dan gejala Anemia
Menjelaskan cara menangani Anemia
III. MATERI
1. Pengertian Anemia
2. Penyebab Anemia
3. Tanda dan gejala Anemia
4. Cara Penanganan Anemia
IV. METODA
Ceramah Dan Tanya Jawab
V. MEDIA
Leaflet
VI. EVALUASI :
Dilakukan setelah ceramah diberikan dengan mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan
MATERI PENYULUHAN ANEMIA
1. PENGERTIAN ANEMIA
Anemia adalah turunnya kadar sel darah merah atau hemoglobin dalam darah.
2. PENYEBAB ANEMIA
1. Kekurangan zat besi
2. Perdarahan
3. Genetik
4. Kekurangan vitamin B12
5. Kekurangan asam folat
6. Pecahnya dinding sel darah merah
7. Gangguan sumsum tulang
3. TANDA DAN GEJALA ANEMIA
1. Merasa cepat lelah
2. Lemas
3. Pucat
4. Gelisah.
5. Terkadang sesak
4. CARA PENANGANAN ANEMIA
Seperti halnya penyakit lain, pengobatan anemia juga harus ditujukan pada penyebab terjadinya anemia. Suplemen besi diperlukan pada anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan zat besi. Pemberian suntikan vitamin B12 diperlukan untuk mengkoreksi anemia pernisiosa
ANEMIA
Topik : Anemia
Sub Topik : Pencegahan dan Pertolongan Pada Anemia
Hari/Tanggal : Minggu, 17 Januari 2010
Waktu / Jam : 30 Menit / 14.00 – 14.30 WIB
Tempat : Balai Desa
Peserta : Warga Desa Suka Makmur
Penyuluh : Mahasiswa STIKES Mataram
I. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan warga Desa Suka Makmur mengetahui cara–cara pencegahan dan penanganan penyakit Anemia dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.
II. TUJUAN KHUSUS
Serelah diberikan penyuluhan selama 30 menit warga Desa Suka Makmur mampu :
Menjelaskan pengertian Anemia
Menjelaskan tentang penyebab Anemia
Menjelaskan tanda dan gejala Anemia
Menjelaskan cara menangani Anemia
III. MATERI
1. Pengertian Anemia
2. Penyebab Anemia
3. Tanda dan gejala Anemia
4. Cara Penanganan Anemia
IV. METODA
Ceramah Dan Tanya Jawab
V. MEDIA
Leaflet
VI. EVALUASI :
Dilakukan setelah ceramah diberikan dengan mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan
MATERI PENYULUHAN ANEMIA
1. PENGERTIAN ANEMIA
Anemia adalah turunnya kadar sel darah merah atau hemoglobin dalam darah.
2. PENYEBAB ANEMIA
1. Kekurangan zat besi
2. Perdarahan
3. Genetik
4. Kekurangan vitamin B12
5. Kekurangan asam folat
6. Pecahnya dinding sel darah merah
7. Gangguan sumsum tulang
3. TANDA DAN GEJALA ANEMIA
1. Merasa cepat lelah
2. Lemas
3. Pucat
4. Gelisah.
5. Terkadang sesak
4. CARA PENANGANAN ANEMIA
Seperti halnya penyakit lain, pengobatan anemia juga harus ditujukan pada penyebab terjadinya anemia. Suplemen besi diperlukan pada anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan zat besi. Pemberian suntikan vitamin B12 diperlukan untuk mengkoreksi anemia pernisiosa
Subscribe to:
Posts (Atom)